jenis ikan hias air tawar. Menurut catatan KKP, terdapat lebih dari 1.100 spesies ikan hias air tawar yang diperdagangkan secara global. Dari jumlah itu, negeri kita memiliki 400 spesies. Namun hanya sekitar 90 spesies yang dibudidayakan masyarakat.
Ikan hias air tawar lebih mudah dibudidayakan dibanding ikan laut. Teknologinya sederhana dan biayanya murah. Sehingga banyak dilakukan dalam skala usaha rumahan. Berbeda dengan ikan hias air laut yang memerlukan fasilitas padat modal.
Ikan hias air tawar asli Indonesia yang menjadi primadona adalah ikan arwana dan cupang. Sedangkan ikan asal negara lain yang bisa didomestikasi dan cukup popular dibudidayakan di Indonesia antara lain koki, koi, discus dan guppy.
Jenis paling populer
Tidak semua ikan hias dibudidayakan secara masif, ini terkait dengan pangsa pasar dan tingkat kesulitannya. Berikut ini beberapa jenis ikan hias air tawar yang paling banyak dibudidayakan dan diperdagangkan secara meluas di Indonesia:
1. Ikan koi
Ikan koi atau Cyprinus carpio Lpertamakali dipopulerkan di Jepang. Sekitar tahun 1820-an para penangar ikan negeri sakura berhasil menyilangkan beberapa strain ikan mas menjadi ikan dengan warna merah dan putih yang menarik. Ikan hasil persilangan ini dikenal dengan nama koi. Kemudian tahun-tahun berikutnya berkembang ikan koi dengan berbagai varian warna menarik lainnya.
Ikan koi merupakan ikan hias air tawar yang cocok dipelihara di kolam bukan akuarium. Karena daya tarik ikan koi terdapat pada warna-warni yang indah bila dilihat dari atas. Selain itu, ikan koi juga memerlukan ruang gerak yang luas. Jenis ikan hias air tawar ini cukup mudah dikembangbiakan, namun sulit mendapatkan koi berkualitas.
Kondisi fisik prima, tidak cacat tubuh, sirip serta sisik lengkap. Gerakan lincah, seimbang , dan tidak loyo. Umur pejantan minimal 2 tahun, induk betina minimal 3 tahun. Ukuran tubuh betina lebih besar daripada jantan, perutnya kelihatan lebih besar daripada punggung. Untuk indukan jantan sebaliknya lebih langsing serta perutnya rata apabila kita lihat dari punggung. Kondisi sirip indukan jantan yang siap kawin akan terlihat bintik-bintik putih.
Satu ekor indukan betina disiapkan untuk berpasangan dengan 2 – 3 indukan jantan. Hal ini dilakukan untuk menjaga jika indukan jantan tidak lagi mood. Dengan menyiapkan induk jantan lebih dari satu, maka kegagalan pemijahan dapat kita antisipasi.
Kami tidak menyarankan Anda memakai induk ikan koi yang paling bagus, sebab keturunannya biasanya itu jelek. Hasil dari peranakannya belum tentu bisa sebagus induk. Sebaiknya pilih induk ikan koi yang biasa saja, namun masih mempunyai sifat-sifat unggul, contohnya warna ikan dipilih yang pekat. Kalau untuk seleksi benih ikan, nanti dapat memilih mana peranakan yang terbaik.
Luas kolam pemijahan bermacam-macam. Untuk kolam sempit bisa seluas 3-6 m² dengan kedalaman air 0,5 m. Lokasi kolam ikan koi cukup mendapat cahaya matahari, usahakan di tempatkan di lokasi yang tenang untuk mencegah ikan koi jadi stress, jauh dari jangkauan anak kecil dan binatang peliharaan.
Sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih. Bentuk dari kolam penetasan bisa persegi panjang ataupun bulat. Untuk yang berbentuk bulat diameter 1,5 – 2 m.
Tambahkan satu kolam lagi apabila ada, yaitu kolam yang disiapkan untuk menumbuhkan pakan alami gunanya untuk dipakai mensuplai pakan benih apabila kuning telurnya sudah habis. Sedangkan untuk kedalaman kolam sekitar 30 cm. Luasan kolam di antara 6-10 m², cukup memadai.
Dinding kolam dapat Anda lapisi vinil yaitu bahan yang biasa untuk membuat bak fiberglass. Dengan lapisan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya dan efek dari semen bisa dihilangkan.
Biasanya koi akan bertelur dibawah tanaman atau bahan apa saja yang bisa dipakai untuk menempelkan telur. Oleh karena itu sediakan penempel telur yang memadai agar telur koi bisa selamat.
Penempel telur bisa menggunakan kakaban, yang dipakai untuk memijah ikan mas. Kakaban dibuat dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku. Kakaban yang baik terbuat dari ijuk panjang dan rata, panjang 120 cm lebar 40 cm. Jumlah kakaban sesuaikan dengan besar induk betina, 4-6 buah untuk setiap 1 kg induk betina.
Agar bisa mengapung, kakaban disusun di atas sepotong bambu yang masih utuh. Diatas kakaban diberi bilah bambu dan diikat agar kumpulan kakaban tidak tercerai-berai ketika pasangan induk memijah. Sebelum dipasang, kakaban dibersihkan, dicuci, dan dibilas agar terbebas dari lumpur.
Kakaban dipasang setelah kolam diisi air. Air selalu mengalir ke kolam pemijahan untuk merangasang pasangan koi untuk memijah. Selain kakaban tempat penempel telur bisa menggunakan tanaman air seperti Hydrilla disusun atau potongan tali rafia sebagai pengganti ijuk.
Luas kolam pemijahan bermacam-macam. Untuk kolam sempit bisa seluas 3-6 m² dengan kedalaman air 0,5 m. Lokasi kolam ikan koi cukup mendapat cahaya matahari, usahakan di tempatkan di lokasi yang tenang untuk mencegah ikan koi jadi stress, jauh dari jangkauan anak kecil dan binatang peliharaan.
Sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih. Bentuk dari kolam penetasan bisa persegi panjang ataupun bulat. Untuk yang berbentuk bulat diameter 1,5 – 2 m.
Tambahkan satu kolam lagi apabila ada, yaitu kolam yang disiapkan untuk menumbuhkan pakan alami gunanya untuk dipakai mensuplai pakan benih apabila kuning telurnya sudah habis. Sedangkan untuk kedalaman kolam sekitar 30 cm. Luasan kolam di antara 6-10 m², cukup memadai.
Dinding kolam dapat Anda lapisi vinil yaitu bahan yang biasa untuk membuat bak fiberglass. Dengan lapisan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya dan efek dari semen bisa dihilangkan.
Biasanya koi akan bertelur dibawah tanaman atau bahan apa saja yang bisa dipakai untuk menempelkan telur. Oleh karena itu sediakan penempel telur yang memadai agar telur koi bisa selamat.
Penempel telur bisa menggunakan kakaban, yang dipakai untuk memijah ikan mas. Kakaban dibuat dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku. Kakaban yang baik terbuat dari ijuk panjang dan rata, panjang 120 cm lebar 40 cm. Jumlah kakaban sesuaikan dengan besar induk betina, 4-6 buah untuk setiap 1 kg induk betina.
Agar bisa mengapung, kakaban disusun di atas sepotong bambu yang masih utuh. Diatas kakaban diberi bilah bambu dan diikat agar kumpulan kakaban tidak tercerai-berai ketika pasangan induk memijah. Sebelum dipasang, kakaban dibersihkan, dicuci, dan dibilas agar terbebas dari lumpur.
Kakaban dipasang setelah kolam diisi air. Air selalu mengalir ke kolam pemijahan untuk merangasang pasangan koi untuk memijah. Selain kakaban tempat penempel telur bisa menggunakan tanaman air seperti Hydrilla disusun atau potongan tali rafia sebagai pengganti ijuk.
Telur-telur yang terkena sperma akan menempel pada kakaban atau bahan penempel telur lain dan sulit lepas. Juga ada sebagian telur jatuh ke dasar kolam. Perkawinan selesai pada pagi hari. Segera Induk dipisah dari telurnya. Jika terlambatm telur bisa habis dimakan induknya.
Ada dua cara untuk memisahkan induk dari telur yang dihasilkan. Pertama, dengan memindahkan induk dari kolam pemijahan dan tetap membiarkan telur menetas di kolam tersebut. Cara kedua dengan memindah telur ke kolam penetasan. Cara pertama lebih praktis karena lebih menghemat kolam.
Untuk mencegah agar tidak terserang jamur, telur-telur direndam dulu dalam larutan Malachyt green dengan konsentrasi 1/300.000 selama 15 menit sebelum ditaruh di kolam penetasan. Ketika akan merendam telur-telur ini, sebaiknya kakaban digoyang-goyangkan pada air agar kotoran yang mungkin menutupi telur bisa terlepas.
mengeluarkan telur dengan sesekali meloncat ke udara. Aktivitas betina ini segera diikuti jantan dengan mengeluarkan cairan sperma.
Telur-telur yang terkena sperma akan menempel pada kakaban atau bahan penempel telur lain dan sulit lepas. Juga ada sebagian telur jatuh ke dasar kolam. Perkawinan selesai pada pagi hari. Segera Induk dipisah dari telurnya. Jika terlambatm telur bisa habis dimakan induknya.
Ada dua cara untuk memisahkan induk dari telur yang dihasilkan. Pertama, dengan memindahkan induk dari kolam pemijahan dan tetap membiarkan telur menetas di kolam tersebut. Cara kedua dengan memindah telur ke kolam penetasan. Cara pertama lebih praktis karena lebih menghemat kolam.
Untuk mencegah agar tidak terserang jamur, telur-telur direndam dulu dalam larutan Malachyt green dengan konsentrasi 1/300.000 selama 15 menit sebelum ditaruh di kolam penetasan. Ketika akan merendam telur-telur ini, sebaiknya kakaban digoyang-goyangkan pada air agar kotoran yang mungkin menutupi telur bisa terlepas.

Cara Budidaya Ikan Koi
Tips seleksi Indukan Koi
Pilihlah indukan koi yang matang kelamin serta matang tubuh. Matang kelamin jika indukan jantan telah menghasilkan sperma serta untuk induk betina telah menghasilkan telur matang. Matang tubuh jika secara fisik telah siap menjadi induk yang produktifKondisi fisik prima, tidak cacat tubuh, sirip serta sisik lengkap. Gerakan lincah, seimbang , dan tidak loyo. Umur pejantan minimal 2 tahun, induk betina minimal 3 tahun. Ukuran tubuh betina lebih besar daripada jantan, perutnya kelihatan lebih besar daripada punggung. Untuk indukan jantan sebaliknya lebih langsing serta perutnya rata apabila kita lihat dari punggung. Kondisi sirip indukan jantan yang siap kawin akan terlihat bintik-bintik putih.
Satu ekor indukan betina disiapkan untuk berpasangan dengan 2 – 3 indukan jantan. Hal ini dilakukan untuk menjaga jika indukan jantan tidak lagi mood. Dengan menyiapkan induk jantan lebih dari satu, maka kegagalan pemijahan dapat kita antisipasi.
Kami tidak menyarankan Anda memakai induk ikan koi yang paling bagus, sebab keturunannya biasanya itu jelek. Hasil dari peranakannya belum tentu bisa sebagus induk. Sebaiknya pilih induk ikan koi yang biasa saja, namun masih mempunyai sifat-sifat unggul, contohnya warna ikan dipilih yang pekat. Kalau untuk seleksi benih ikan, nanti dapat memilih mana peranakan yang terbaik.
Persyaratan Kolam Pemijahan Ikan Koi
Kolam untuk pemijahan dibuat secara terpisah dengan kolam taman. Kolam pemijahan harus memiliki pintu masuk serta pintu keluar air tersendiri. Seluruh kolam wajib diplester dan bisa dikeringkan.Luas kolam pemijahan bermacam-macam. Untuk kolam sempit bisa seluas 3-6 m² dengan kedalaman air 0,5 m. Lokasi kolam ikan koi cukup mendapat cahaya matahari, usahakan di tempatkan di lokasi yang tenang untuk mencegah ikan koi jadi stress, jauh dari jangkauan anak kecil dan binatang peliharaan.
Sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih. Bentuk dari kolam penetasan bisa persegi panjang ataupun bulat. Untuk yang berbentuk bulat diameter 1,5 – 2 m.
Tambahkan satu kolam lagi apabila ada, yaitu kolam yang disiapkan untuk menumbuhkan pakan alami gunanya untuk dipakai mensuplai pakan benih apabila kuning telurnya sudah habis. Sedangkan untuk kedalaman kolam sekitar 30 cm. Luasan kolam di antara 6-10 m², cukup memadai.
Dinding kolam dapat Anda lapisi vinil yaitu bahan yang biasa untuk membuat bak fiberglass. Dengan lapisan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya dan efek dari semen bisa dihilangkan.
Persiapan Kolam Koi
Kolam dikeringkan dibawah terik matahari, pintu masuk dipasang saringan untuk mencegah telur yang mungkin hanyut.Biasanya koi akan bertelur dibawah tanaman atau bahan apa saja yang bisa dipakai untuk menempelkan telur. Oleh karena itu sediakan penempel telur yang memadai agar telur koi bisa selamat.
Penempel telur bisa menggunakan kakaban, yang dipakai untuk memijah ikan mas. Kakaban dibuat dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku. Kakaban yang baik terbuat dari ijuk panjang dan rata, panjang 120 cm lebar 40 cm. Jumlah kakaban sesuaikan dengan besar induk betina, 4-6 buah untuk setiap 1 kg induk betina.
Agar bisa mengapung, kakaban disusun di atas sepotong bambu yang masih utuh. Diatas kakaban diberi bilah bambu dan diikat agar kumpulan kakaban tidak tercerai-berai ketika pasangan induk memijah. Sebelum dipasang, kakaban dibersihkan, dicuci, dan dibilas agar terbebas dari lumpur.
Kakaban dipasang setelah kolam diisi air. Air selalu mengalir ke kolam pemijahan untuk merangasang pasangan koi untuk memijah. Selain kakaban tempat penempel telur bisa menggunakan tanaman air seperti Hydrilla disusun atau potongan tali rafia sebagai pengganti ijuk.
Pelaksanaan Pemijahan Ikan Koi
Induk dimasukkan kurang lebih pukul 16.00 dan akan memulai memijah pada tengah malam. Indukan betina akan mulai berenang mengelilingi kolam yang kemudian akan diikuti oleh induk jantan di belakang. Semakin lama gerakan mereka semakin seru. Indukan jantan menempel pada badan indukan betina. Puncaknya ketika indukan betinaPersyaratan Kolam Pemijahan Ikan Koi
Kolam untuk pemijahan dibuat secara terpisah dengan kolam taman. Kolam pemijahan harus memiliki pintu masuk serta pintu keluar air tersendiri. Seluruh kolam wajib diplester dan bisa dikeringkan.Luas kolam pemijahan bermacam-macam. Untuk kolam sempit bisa seluas 3-6 m² dengan kedalaman air 0,5 m. Lokasi kolam ikan koi cukup mendapat cahaya matahari, usahakan di tempatkan di lokasi yang tenang untuk mencegah ikan koi jadi stress, jauh dari jangkauan anak kecil dan binatang peliharaan.
Sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih. Bentuk dari kolam penetasan bisa persegi panjang ataupun bulat. Untuk yang berbentuk bulat diameter 1,5 – 2 m.
Tambahkan satu kolam lagi apabila ada, yaitu kolam yang disiapkan untuk menumbuhkan pakan alami gunanya untuk dipakai mensuplai pakan benih apabila kuning telurnya sudah habis. Sedangkan untuk kedalaman kolam sekitar 30 cm. Luasan kolam di antara 6-10 m², cukup memadai.
Dinding kolam dapat Anda lapisi vinil yaitu bahan yang biasa untuk membuat bak fiberglass. Dengan lapisan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya dan efek dari semen bisa dihilangkan.
Persiapan Kolam Koi
Kolam dikeringkan dibawah terik matahari, pintu masuk dipasang saringan untuk mencegah telur yang mungkin hanyut.Biasanya koi akan bertelur dibawah tanaman atau bahan apa saja yang bisa dipakai untuk menempelkan telur. Oleh karena itu sediakan penempel telur yang memadai agar telur koi bisa selamat.
Penempel telur bisa menggunakan kakaban, yang dipakai untuk memijah ikan mas. Kakaban dibuat dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku. Kakaban yang baik terbuat dari ijuk panjang dan rata, panjang 120 cm lebar 40 cm. Jumlah kakaban sesuaikan dengan besar induk betina, 4-6 buah untuk setiap 1 kg induk betina.
Agar bisa mengapung, kakaban disusun di atas sepotong bambu yang masih utuh. Diatas kakaban diberi bilah bambu dan diikat agar kumpulan kakaban tidak tercerai-berai ketika pasangan induk memijah. Sebelum dipasang, kakaban dibersihkan, dicuci, dan dibilas agar terbebas dari lumpur.
Kakaban dipasang setelah kolam diisi air. Air selalu mengalir ke kolam pemijahan untuk merangasang pasangan koi untuk memijah. Selain kakaban tempat penempel telur bisa menggunakan tanaman air seperti Hydrilla disusun atau potongan tali rafia sebagai pengganti ijuk.
Pelaksanaan Pemijahan Ikan Koi
Induk dimasukkan sekitar pukul 16.00 dan akan mulai memijah tengah malam. Induk betina akan berenang mengelilingi kolam dengan diikuti induk jantan di belakang. Makin lama gerakan mereka makin seru. Induk jantan menempelkan badannya ketika mengikuti induk betina. Pada puncaknya, induk betina akan mengeluarkan telur dengan sesekali meloncat ke udara. Aktivitas induk betina ini segera diikuti induk jantan dengan mengeluarkan cairan sperma.Telur-telur yang terkena sperma akan menempel pada kakaban atau bahan penempel telur lain dan sulit lepas. Juga ada sebagian telur jatuh ke dasar kolam. Perkawinan selesai pada pagi hari. Segera Induk dipisah dari telurnya. Jika terlambatm telur bisa habis dimakan induknya.
Ada dua cara untuk memisahkan induk dari telur yang dihasilkan. Pertama, dengan memindahkan induk dari kolam pemijahan dan tetap membiarkan telur menetas di kolam tersebut. Cara kedua dengan memindah telur ke kolam penetasan. Cara pertama lebih praktis karena lebih menghemat kolam.
Untuk mencegah agar tidak terserang jamur, telur-telur direndam dulu dalam larutan Malachyt green dengan konsentrasi 1/300.000 selama 15 menit sebelum ditaruh di kolam penetasan. Ketika akan merendam telur-telur ini, sebaiknya kakaban digoyang-goyangkan pada air agar kotoran yang mungkin menutupi telur bisa terlepas.
mengeluarkan telur dengan sesekali meloncat ke udara. Aktivitas betina ini segera diikuti jantan dengan mengeluarkan cairan sperma.
Telur-telur yang terkena sperma akan menempel pada kakaban atau bahan penempel telur lain dan sulit lepas. Juga ada sebagian telur jatuh ke dasar kolam. Perkawinan selesai pada pagi hari. Segera Induk dipisah dari telurnya. Jika terlambatm telur bisa habis dimakan induknya.
Ada dua cara untuk memisahkan induk dari telur yang dihasilkan. Pertama, dengan memindahkan induk dari kolam pemijahan dan tetap membiarkan telur menetas di kolam tersebut. Cara kedua dengan memindah telur ke kolam penetasan. Cara pertama lebih praktis karena lebih menghemat kolam.
Untuk mencegah agar tidak terserang jamur, telur-telur direndam dulu dalam larutan Malachyt green dengan konsentrasi 1/300.000 selama 15 menit sebelum ditaruh di kolam penetasan. Ketika akan merendam telur-telur ini, sebaiknya kakaban digoyang-goyangkan pada air agar kotoran yang mungkin menutupi telur bisa terlepas.
2. Ikan cupang
Ikan cupang atau Betta sp. merupakan salah satu jenis ikan air tawar endemik negara-negara di Asia Tenggara. Ikan ini berkembang baik di rawa-rawa daerah tropis. Ikan cupang sanggup hidup dalam volume air yang sedikit dan minim oksigen. Cupang dapat dipelihara dalam toples kecil dan tidak perlu mesin penghasil gelembung (aerotor).
Ikan cupang dipelihara sebagai ikan hias dan ikan aduan. Selain warna sisik dan siripnya yang berkilauan, ikan ini mempunyai sifat agresif. Cupang bisa merobek-robek sesamanya dalam pertempuran yang berlangsung berjam-jam lamanya.
Ikan cupang sangat mudah dibudidayakan. Tidak memerlukan fasilitas mahal dan bisa dilakukan dalam skala rumahan.
Untuk cupang jantan:

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin biasanya hanya dapat dipanen 30-50 ikan cupang hidup.
Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Bila dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan semakin didominasi kelamin betina.
Berikut langkah-langkah pemijahan ikan cupang:
Kutu air bisa didapatkan di selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita bisa membudidayakan kutu air sendiri. Silahkan lihat cara budidaya kutu air daphnia dan moina.
Tidak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tidak mulus dan warnanya kurang keluar.
Khusus untuk ikan cupang aduan, kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.
Gantilah air yang terdapat dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air.
3. Ikan arwana
Cara budidaya ikan cupang
Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang harus disiapkan adalah mendapatkan indukan atau bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit dan cacat bawaan. Simpan indukan jantan dan betina di tempat terpisah.Tips membedakan cupang jantan dan betina!Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan dan betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan. Adapun ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut.
Jantan: gerakannya lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar. Betina: gerakannya lebih lamban, sirip dan ekor lebih pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil.
Untuk cupang jantan:
- Berumur setidaknya 4-8 bulan
- Bentuk badan panjang
- Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif
- Gerakannya agresif dan lincah
- Berumur setidaknya 3-4 bulan
- Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
- Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
- Gerakannya lambat
Pemijahan ikan cupang
Setelah indukan jantan dan indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti kayambang.
Tempat yang diperlukan untuk pemijahan ikan cupang
Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Bila dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan semakin didominasi kelamin betina.
Berikut langkah-langkah pemijahan ikan cupang:
- Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Seabagai catatan gunakan air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama satu malam. Hindari penggunaan air dalam kemasan atau air PAM yang berbau kaporit.
- Tambahkan kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung. Tapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat. Karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.
- Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tetapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas gelas akua) dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan berada.
- Setelah indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.
- Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.
- Setelah kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari kedepan burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
- Setelah tiga hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina atau daphnia). Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.
- Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk.
- Setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.
Pakan ikan cupang
Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang adalah kutu air , cacing sutera dan larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.Kutu air bisa didapatkan di selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita bisa membudidayakan kutu air sendiri. Silahkan lihat cara budidaya kutu air daphnia dan moina.
Perawatan ikan cupang
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ikan cupang relatif tahan banting. Bisa dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan terhadap kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi dan filter pembersih. Agar ikan bisa berkembang sempurna dan selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.Tidak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tidak mulus dan warnanya kurang keluar.
Khusus untuk ikan cupang aduan, kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.
Gantilah air yang terdapat dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air.
3. Ikan arwana
Nama latin ikan hias air tawar ini adalahScleropages sp. Arwana merupakan salah satu ikan endemik Indonesia. Ikan ini banyak ditemukan di perairan air tawar Kalimantan dan Papua. Dahulu, ikan arwana didapat dari perburuan di alam bebas. Namun saat ini sudah bisa dibudidayakan.
Ikan arwana merupakan salah satu ikan hias air tawar yang berharga tinggi. Harga per ekornya mencapai jutaan rupiah, terutama untuk jenis-jenis tertentu. Sentra produksi ikan arwana ada di Kalimantan dan Sumatera.
4. Ikan koki
Ikan koki (Carrasius auratus) masih satu keluarga dengan ikan mas. Pertamakali dikenal sebagai ikan hias di Cina. Namun yang mempopulerkan ikan koki adalah bangsa Jepang. Dari negeri ini, ikan koki menjadi semakin variatif dengan berbagai warna dan bentuknya.
Ikan koki sudah lama masuk ke Indonesia dan dibudidayakan meluas. Sentra produksi koki terbesar ada di Tulungagung, Jawa Timur. Kota ini memproduksi lebih dari 55 juta ekor ikan koki setiap tahunnya. Sebagian besar ditujukan untuk pasar domestik, sebagian lainnya untuk ekspor.
5. Ikan guppy
Ikan guppy (Poecilia reticulate) merupakan ikan asli wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Ikan ini sangat mudah beradaptasi sehingga penyebarannya bisa meluas ke seluruh bumi. Masuk ke Indonesia sekitar tahun 1920-an. Saat ini guppy bisa ditemukan dengan mudah di perairan air tawar di Indonesia.
Ikan guppy merupakan jenis ikan hias air tawar yang gampang dibudidayakan. Bereproduksi secara internal dengan melahirkan anak. Guppy kawin dengan memasukan organ gondopodium yang berada pada sirip anal ke dalam organ telur betina.
Ikan betina mempunyai kemampuan untuk menyimpan sperma dalam tubuhnya. Sehinga bisa hamil hingga 3 kali dalam satu kali perkawinan. Jarak antar kehamilan berlangsung 1-5 minggu. Seekor indukan betina dapat menghasilkan sekitar 30-100 burayak dalam satu kali kelahiran.
a. Tempat Pemijahan
b. Kondisi Air
d. Pemindahan Anak
a. Tempat Pemijahan
Tempat pemijahan milik Yahya rata-rata berukuran mini, antara 80 x 80 x 30 cm kubik, sebanyak 5 buah. Pada dasar dan dinding bak dibiarkan tumbuh lumut halus dan tanaman air buntut kucing. Menurutnya tanaman air ini berfungsi untuk mengurangi panas matahari, dan bukannya pelindung benih guppy dari sergapan induknya sebagaimana anggapan orang selama ini. Karena, setahu dia guppy tidak memakan anaknya selama makanan yang diberikan cukup. Lagipula anak-anak ikan guppy yang terlahir langsung dipindahkan ke dalam kolam pendederan sehingga kemungkinan dimangsa sangatlah kecil. Dasar bak dibuat datar, namun tidak ada salahnya bisa dibuat lekukan.
Yahya memang belum menggunakan akuarium kaca untuk pemijahan guppy. Mereka yang berminat bisa menggunakan akuarium ukuran luas 80 x 40 x 40 cm. Tapi dalamnya harus dilengkapi tanaman air. Adapun tanaman air yang cocok dipakai di bak maupun akuarium harus bersih dari lumpur dan telur-telur siput.
b. Kondisi Air
Menyediakan air untuk pemijahan dan merawat guppy, menurut yahya tidaklah sulit. Sehari-harinya ia menggunakan air sumur. Air dimasukkan ke bak-bak pemijahan dengan menggunakan slang plastik yang dihubungkan pada drum besi yang dipotong setengahnya.
Pemasukkan air dilakukan pagi hari, dan baru digunakan pagi hari berikutnya. Kalau terpaksa, ujar Yahya sedikit memberi kompromi, paling cepat digunakan sore hari. Yahya memang tidak menyediakan air dengan suhu khusus, tapi di kediamannya rata-rata suhunya berkisar antara 25 – 28 oC. guppy akan mulai getol beranak setelah airnya tua. Maksudnya ketika pH-nya sedikit di atas netral.
Dalam bak untuk pemijahan hanya diisi air setinggi 15 – 20 cm. Sinar matahari yang sering menyengat siang hari rupanya tidak membuat Yahya gentar. Karena itu ia tidak memberi penduh di atas baknya. Asal jangan langsung dihantam hujan deras saja katanya.
c. Agar Sperma Ikan Guppy Berdayaguna
Agar sperma jantan bisa berdaya guna, masing-masing bak pemijahan biasanya diisinya dengan 10 ekor betina dan 5 ekor jantan. “Kalau stok induk banyak bisa ditempatkan sampai 15 ekor betina tiap bak,” tambahnya.
Adapun kelamin jantan bisa dibedakan dari warnanya yang relatif cerah dengan sirip ekor yang lebih lebar. Sedangkan betina, sekalipun sekarang banyak yang sirip ekornya lebar, namun tetap kalah lebar dibanding pasangannya, demikian juga warnanya. Namun satu hal yang tidak dapat disangkal adalah bentuk alat kelamin jantan yang panjang, sedang kelamin betina berbentuk lubang biasa. Induk-induk ikan guppy sudah bisa dikawinkan pada umur 3 bulan. Tapi pemijahan yang sukses biasanya terjadi saat umur ikan 3 – 4 bulan. Sedangkan pada umur 6 bulan betina yang terlalu sering beranak biasanya akan mati dengan sendirinya.
Sejak dipertemukan, biasanya 3 atau 4 hari kemudian sudah akan terlihat anak-anak guppy yang lembut. Dengan telaten anak-anak guppy ini dipindahkan dalam bak pendederan berukuran 2 x 1,8 meter persegi yang diisi air setinggi 20 cm. Air ini dimasukkan sehari sebelumnya, agar anak-anak guppy bisa selamat.
Pemindahan dilakukan pagi hari seperti ketika memasukkan induk dengan menggunakan seser halus. Bulan pertama anak-anak ikan ini cukup ditempatkan dalam sebuah bak pendederan. Bulan kedua benih-benih diseleksi berdasarkan besarnya dan jenis kelaminnya. Acara yang dikatakan penyortiran ini juga dimaksudkan untuk mengenyahkan ikan-ikan yang tidak jadi atau berantakan warna dan bentuknya.
Benih-benih yang telah berumur sebulan kemudian dibesarkan dalam bak 2 x 1,5 meter persegi, kepadatan 1.000 x 2.000 ekor tiap bak. Karena ketinggian air Cuma 20 cm, maka kualitas air hanya 20 cm, maka kualitas air akan cepat sekali menurut. Untuk itu perlu diadakan perbaruan air dengan mengeluarkan 2/3 dan mengisinya sampai ketinggian semula. Penggantian air ini dilakukan setiap 3 – 4 hari atau paling lama sekali seminggu. Setelah berumur 2 bulan anak guppy sudah layak dijual.
e. Makanan
Menurut Yahya ikan guppy paling bagus diberi makan kutu air. Bagaimana dengan cuk dan cacing sutra ? Cuk atau disebut juga jentik-jentik, menurutnya, bagus juga hanya sulit sekali bisa mengumpulkan dalam jumlah banyak. Sedangkan cacing sutra sekarang ini harganya cukup mahal.
Untuk menggantikan cacing sutra yang cukup mahal ini ternyata ia punya resep yang agak jitu, sekalipun ia mengakui masih dalam taraf ujicoba. Yahya membuat ramuan sederhana yang terdiri atas : 1 kg tepung beras merah, ¼ udang rebon dan 2 ons kacang hijau. Ketiga bahan tersebut direbus dalam air panas hingga membentuk adonan. Adonan mirip bubur ini lalu dikeringkan dan setelah kering baru diberikan pada ikan. Hanya satu kelemahan makanan ini seperti juga makanan buatan lainnya, yaitu air bak menjadi cepat keruh. Untuk itu makanan yang diberikan tidak boleh berlebih dan airnya harus rutin diganti. Kalau tidak tentu bakal menimbulkan kesulitan.
f. Penyakit
Ikan guppy terkenal tahan terhadap penyakit asal suhunya stabil. Suhu yang terlalu rendah atau perubahan suhu yang terlalu drastis bisa menyebabkan ikan-ikan kecil ini sakit. Suhu yang terlalu rendah misalnya menyebabkan guppy terserang sariawan (putih-putih pada mulutnya). Bila satu dua ikan dalam kolam sudah terserang, maka keselematan ikan lain sulit dipertahankan. Tapi ia merasa beruntung karena selama ini guppynya belum pernah dihinggapi penyakit ini.
Keberuntungan pria yang banyak membantu rekan-rekannya membudidayakan ikan hias hingga sukses ini barangkali merupakan sikap yang berani, karena ia telah memilih ikan hias untuk mengasapi dapurnya. “Ikan hias bisa menghilangkan stress,” katanya lagi. (HS)
6. Ikan louhan
Ikan louhan termasuk dalam keluargaCichild dan tidak ditemukan di alam bebas. Ikan hias air tawar ini merupakan hasil persilangan dari berbagai jenis ikan Cichlid. Louhan pertama kali dikembangkan di Malaysia. Banyak orang menyukai ikan ini karena warna sisik dan benjolan dikepalanya. Selain di Malaysia, ikan ini dikembangkan juga di Taiwan.
Kini ikan louhan menyebar ke berbagai negara. Iklan louhan mempunyai sifat agresif dan bila lepas ke perairan umum bisa menjadi predator bagi ikan lainnya. Banyak kritik yang dialamatkan pada ikan ini, diantaranya dianggap merusak strain-strain ikan Cichlid.
7. Ikan discus
Ikan discus (Symphysodon discus) berasal dari perairan Amazon. Disebut discus karena bentuknya seperti piringan (disc) dengan warna-warni yang atraktif. Pembawaan ikan hias air tawar ini sangat tenang dan gerakannya lembut, sehingga disebut raja akuarium. Ikan yang paling besar bisa mencapai diameter 15 cm.
Discus cocok dikembangbiakan di iklim tropis dengan suhu air 25-30oC. Untuk pemeliharaan dalam akuarium harus sedikit telaten, karena ikan discus mudah stress.






BalasHapusDUNIA IKAN HIAS